Efisiensi transaksi adalah seberapa efisien cara kita memberikan uang ke orang lain. Efisien meliputi seberapa mudah kita memberi uang ke orang lain, seberapa cepat uang itu sampai ke tujuan dan seberapa murah biaya yang dikeluarkan agar uang itu sampai ke tujuan.
Ketika kita beli bakso di pinggir jalan, cara paling efisien untuk membayar semangkok bakso yang kita beli di pinggir jalan adalah dengan uang cash. Bayangkan jika harus membayar dengan transfer antar bank. Kita harus punya rekening bank terlebih dahulu, si penjual bakso belum tentu punya rekening bank, harus ke ATM atau ke bank dulu jika tidak menggunakan mobile banking. Membayar dengan kartu kredit pun sama tidak efisiennya, kita harus memiliki kartu kredit dimana tidak semua orang memenuhi persyaratan untuk membuat kartu kredit, si penjual bakso juga harus memiliki mesin gesek kartu kredit. Uang cash sangat efisien untuk transaksi sehari-hari, pertama sangat mudah bahkan orang buta huruf sekalipun tahu, tidak perlu perangkat khusus, transaksi instant kecuali untuk transaksi jumlah besar dimana butuh waktu untuk menghitung uangnya, dan tanpa biaya.
Akan beda cerita jika kita harus mengirim uang dari Jakarta ke Surabaya. Transaksi dengan sarana uang cash yang efisien ketika digunakan untuk transaksi sehari-hari menjadi tidak efisien ketika harus mengirim uang ke luar kota. Uang cash butuh waktu berhari-hari jika harus dikirim secara fisik dan rawan hilang. Bank menawarkan solusi aman, cepat dan biaya murah untuk melakukan pengiriman uang ke luar kota.
Menurut Admin, salah satu alasan mengapa bitcoin belum populer adalah karena transaksi di dalam negeri bitcoin masih kalah efisien jika dibandingkan sarana-sarana tradisional yang sudah ada. Anda butuh beli bitcoin dulu karena admin yakin sebagian kita tidak menyimpan banyak bitcoin, untuk beli bitcoin butuh rekening bank bayarnya dimana tidak semua kita punya rekening bank (terutama kalian yang masih sekolah). Dari pihak penjual pun enggan dibayar dengan bitcoin karena nilai tukarnya yang masih belum stabil. Sehingga kita akhirnya cepat-cepat menjual bitcoin yang kita terima. Dimana untuk menjual Bitcoin tadi sekali lagi butuh rekening bank, kadang harga kurang kompetitif, masih dipotong biaya transaksi, belum lagi kita butuh perangkat khusus (smartphone / komputer dengan koneksi internet yang ga semua orang ngerti gimana pakenya) untuk bisa bertransaksi dengan bitcoin. Banyak payment processor menjual jasanya untuk mengatasi masalah ini, sehingga merchant dapat menerima pembayaran dengan bitcoin dari pelanggannya tanpa pusing mikir bagaimana jual bitcoin nya karena hasil penjualan merchant dalam bitcoin langsung dikonversikan ke dalam mata uang tradisional oleh payment processor. Nah yang jadi pertanyaan apakah biaya yang harus dibayar oleh pembeli dan potongan yang ditanggung oleh penjual ini masih lebih murah jika dibandingkan membayar dengan cara tradisional?
Beda cerita jika kita melakukan transaksi internasional. Bitcoin sangat efisien untuk transaksi lintas negara. Anda bisa mengirim uang dalam jumlah berapapun ke seluruh dunia dalam hitungan menit dengan biaya kirim tidak sampai Rp 500. Satu-satunya biaya yang lumayan diperhitungkan adalah biaya konversi mata uang tradisional ke bitcoin dan dari bitcoin ke mata uang tradisional. Metode tradisional butuh waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Belum lagi banyaknya pembatasan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pengiriman uang ke luar negeri.