Wednesday, January 21, 2015

Progdi Sistem Informasi Unika Gelar Seminar Peluang Pendanaan Industri Kreatif


SEMARANG, suaramerdeka.com – Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology Unika Soegijapranata Semarang menggelar seminar Peluang Pendanaan Industri Kreatif, akhir pekan lalu.
Hadir sebagai pembicara adalah  Shinta Witoyo Dhanuwardoyo (CEO Bubu.com), Oscar Darmawan (CEO Bitcoin Indonesia), serta Leocadia dan Nathasia (mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata).

Seminar ini merupakan kegiatan rutin tahunan Festival Game and Entrepreneur yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011 dengan tujuan mendorong potensi industri kreatif di Jawa Tengah terutama di Semarang.

Dalam sesi pertama, Leocadia dan Nathasia menyampaikan proses adaptasi cerita silat Mahesa Jenar ke dalam bentuk game berbasis Android. Proses eksplorasi tersebut juga akan dipresentasikan pada konferensi internasional di Bangkok awal Desember nanti.

Adapun Oscar Darmawan memberikan sesi edukasi teknologi dalam Bitcoin yang dapat digunakan untuk pengembangan industri kreatif. Pada akhir sesi seminar, Shinta Witoyo yang saat ini aktif sebagai angel investor memaparkan berbagai peluang pendanaan untuk industri kreatif untuk pengembang teknologi informasi.

Di sela-sela acara seminar juga ditayangkan karya-karya game edukasi dari mahasiswa dan guru-guru sekolah di Semarang. Terpilih sebagai karya terbaik versi guru sekolah adalah Dra. MC Sri Lestari (sekolah Kebon Dalem YPII) dengan karya game “Budi Pekerti” dan Berlina T, SSi (sekolah YSKI) dengan karya game “Istana Bangun Datar”.

Dua karya terbaik game edukasi versi mahasiswa direbut oleh tim Yeremia Greato-Satrya dan Celvin Laviano. Keduanya menyajikan konten pembelajaran dalam bentuk permainan yang menarik.
Menurut Daniel Sigit, ketua panitia dan president Game Club Unika Soegijapranata, penghargaan karya terbaik ini selalu diberikan rutin setiap tahunnya dalam Festival Game and Entrepreneur. Khusus tahun ini, melibatkan guru-guru sekolah di Semarang yang menjadi peserta workshop Pengembangan Game Edukasi yang diadakan oleh GameBelajar.com.

Ketua Program Studi Brenda Chandrawati, MT menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka membantu sekolah-sekolah yang berminat mengembangkan game pembelajaran sebagai kewirausahaan sekolah.

(Andika Primasiwi/ CN26 / SM Network)


SUMBER

Bitcoin Indonesia Gelar Diskusi di Medan Bersama Oscar Darmawan

10608404_957409010954576_6840095741564915223_o

Semakin antusiasnya warga Medan mengenai mata uang digital Bitcoin, PT. Bitcoin Indonesia bekerjasama dengan komunitas kreatif MahapalaMultimedia menyelenggarakan diskusi mengenai Bitcoin di House of Jedar, di Jalan Dr. Mansur, Medan, Sabtu (29/11/2014). Diskusi yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT. Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan.

Dibantu oleh Komunitas Kreatif anak Medan MahapalaMultimedia yang didirikan oleh Vinsensius Sitepu. Para peserta diskusi kali ini terlihat cukup bersemangat untuk mempelajari bagaimana dan apa sebenarnya Bitcoin itu, bagaimana cara transaksi Bitcoin (Bitcoin Transaction), terkait berapa biaya setiap kali kita bertransaksi (Bitcoin Transaction Fee), beberapa diantara peserta diskusi lebih cenderung ingin mempelajari Bitcoin lebih dekat dengan alasan karena bekerja diluar negeri, biaya pengiriman mata uang konvensional sering kali menjadi alasan utama yang harus dipertimbangkan.

10835318_957408650954612_4143414125234138891_o

Oscar Darmawan memang lama berkecimpung di dunia teknologi informasi dan keuangan, mendirikan PT. Bitcoin Indonesia (bitcoin.co.id) bersama rekan-rekannya, untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi jual-beli Bitcoin. Bitcoin sendiri mempunyai nilai volume perdagangan lebih dari Rp. 60 triliun saat ini. Perusahaan PT Bit Coin Indonesia telah mengembangkan sayap bisnisnya di Pulau Bali dengan mendatangkan vending machine Bitcoin. Dengan mesin ini pengguna dapat dengan mudah menukar uangnya dengan Bitcoin, salah satu Digital Currency yang dianggap paling efesien dan aman saat ini.

Oscar Darmawan menjelaskan:

Bitcoin dinilai sebagai teknologi transaksi yang sederhana dan mudah, karena pembayaran dilakukan antar handphone secara otomatis. Pelaku usaha mikro sangat menyukai transaksi seperti ini karena hampir tidak adanya biaya transaksi. Tetapi sebagian besar orang hanya membeli Bitcoin sebagai investasi dikarenakan tingkat kenaikan harganya yang sangat menarik. MahapalaMultimedia termasuk penyelenggara yang aktif dalam acara-acara yang terkait dunia kreatif dan teknologi informasi di Medan, difokuskan pada anak-anak muda Medan. Kami senang sekali Vinsensius Sitepu dari MahapalaMultimedia membantu kami

Fenomena Bitcoin ini memang menghebohkan otoritas moneter dan dunia maya. Mata uang digital ini digunakan untuk membeli berbagai macam jenis barang secara internasional dari ponsel sampai villa. Bitcoin merupakan digital currency yang diperkenalkan di dunia pertama kali pada 2009 oleh seorang tak dikenal yang menggunakan nama alias Satoshi Nakamoto.


SUMBER

Fenomena Bitcoin Sampai di Indonesia

Ilustrasi Bitcoin
Liputan6.com, Jakarta – Di awal tahun ini, industri keuangan dan industri internet dihebohkan dengan fenomena Bitcoin. Mata uang digital yang tak diakui di banyak negara ini mengalami kejatuhan saat sebuah bank virtual yang melayani transaksi bitcoin dibobol oleh hacker.
Di Indonesia sendiri, transaksi menggunakan Bitcoin sebenarnya tidak diakui. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, Bitcoin bukan merupakan mata uang yang sah. “Jadi segala risiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik atau pengguna,” jelas Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs.
Namun meskipun tidak diakui, transaksi Bitcoin di Indonesia ternyata cukup besar. “Transaksi bitcoin di Indonesia mencapai US$ 30 ribu hingga US$ 50 ribu per hari,” ujar CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan beberapa waktu lalu. Nilai bitcoin di Indonesia juga cukup besar karena setiap 1 bitcoin setara dengan Rp 5,7 juta.
Oscar menambahkan, di seluruh dunia, China menjadi negara yang memiliki jumlah transaksi bitcoin terbesar yang mencapai US$ 2 juta per hari. Sementara itu pengguna paling aktif adalah di Rusia, dengan transaksi US$ 1 juta saban 24 jam. Di Indonesia sendiri, porsi transaksinya hanya sekitar 0,05 persen dari total transaksi di seluruh dunia.
Bahkan, Oscar melanjutkan, meskipun tak diakui secara resmi, Bitcoin Indonesia bakal membangun mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dua lokasi kemungkinan akan dipilih untuk membangun mesin ATM Bitcoin tersebut. Selain Jakarta, Bitcoin Indonesia berpikir untuk membangun ATM Bitcoin di Bali.
Menanggapi rencana tersebut, BI pun langsung cepat bereaksi. “Seharusnya ATM itu ada izinnya, yang pasti bukan dari BI, BI tidak mengizinkan, kami akan koordinasi dengan instansi terkait,” ungkap Peter Jacob kepada Liputan6.com.
SUMBER