Wednesday, January 21, 2015

Inside Bitcoins Conference in Singapore




Acara konferensi Bitcoin terbesar di dunia kini hadir di Singapura!
Bergabunglah dalam acara “Inside Bitcoins Conference in Singapore” pada tanggal 29-30 Januari 2015 yang dilaksanakan di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre.

Acara yang dimulai dari pukul 9 pagi ini akan berlangsung sekitar 8 jam selama dua hari berturut-turut. CEO dan Co-Founder ternama dari perusahaan-perusahaan Bitcoin internasional seperti Hive, itBit, Permacredits, termasuk Bitcoin.co.id akan tampil sebagai pembicara dalam membahas regulasi Bitcoin, perkembangan dan masa depan Bitcoin di Asia, serta berbagai hal lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut list agenda yang akan dibahas di dalam konferensi tersebut:

1. Bitcoin Regulation Update: Global Issues and Challenges
2. Bitcoin Derivatives: What are they and why we need them
3. A Look at The Past, Present and Future of Bitcoin in Asia (and China)
4. The Promise of Decentralized Technology: Blockchain 2.0, Ethereum, Factom, Sidechains and Beyond
5. Financial Regulations and Bitcoin
6. Non-Compliance Risk for Financial Institutions and Its Implications for Bitcoin
7. Intermarket Analysis: Where Bitcoin Fits in
8. Bitcoin, Remittances, and The Developing World
9. Bitcoin: How to Reclaim Financial Privacy
10. The Future of Altcoins
11. Adoption of Bitcoin and Other Digital Currencies in India
12. Towards Decentralization: How Bitcoin and The Blockchain is Changing Business
13. Bitcoin 2.0 and Blockchain Startups: What Really Matter?
14. Building Private Complementary Currencies: The What, The Why, and The Now
15. Bitcoin for Brick-and-Mortar Merchants
16. Fundamental Analysis and Valuation for Bitcoin
17. Singapore and Asia: Local Scene, Local Issues

Anda berkesempatan untuk hadir di acara ini dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui link ini. Khusus untuk keluarga besar Bitcoin.co.id, Anda mendapatkan diskon 50% untuk pembelian tiket masuk dengan cara memasukkan kode SPK50 ketika register. Tentu saja, Anda dapat membayar semuanya dengan Bitcoin!

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan klik disini.
Sampai jumpa di Singapura, Bitcoiners!


SUMBER

Publik Dimintai BI Mewaspadai Transaksi Bitcoin

Screenshot from 2014-10-13 17:30:12

HARIANACEH.co.id — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menyikapi peredaran mata uang virtual Bitcoin yang semakin meluas. Menurut Ronald, hingga kini Bank Indonesia tidak mengakui eksistensi Bitcoin. “Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah, hati-hati,” kata dia kepada Tempo, Jumat, 5 September.

Menurut Ronald, tidak ada satu lembaga keuangan pun di dunia yang menjamin nilai Bitcoin. Akibatnya, kata dia, risiko untuk membeli dan menyimpan mata uang ini sangat tinggi karena nilainya naik-turun dengan cepat. “Tapi jika tetap mau menyimpannya, terserah saja. Asalkan tidak digunakan sebagai alat pembayaran,” ujarnya.

Ronald juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bentuk investasi melalui Bitcoin. Selain nilainya tidak terjamin, keamanan Bitcoin pun diragukan. BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak bisa menjamin investasi masyarakat dalam bentuk Bitcoin karena tidak pernah mengesahkan mata uang tersebut.

Bitcoin adalah mata uang virtual (cryptocurrency) yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Mata uang ini diperdagangkan dengan acuan (benchmark) dolar Amerika. Awalnya, Bitcoin dipergunakan sebagai media transaksi oleh pengguna Internet. Lama-kelamaan uang berbentuk rekeningonline ini diperdagangkan oleh penggunanya.

Di Indonesia, Bitcoin mulai populer pada November 2013. Bitcoin Indonesia, exchanger Bitcoin terbesar di Indonesia, mencatatkan nilai transaksi sebesar 5 btc atau sekitar Rp 35-50 juta dalam sehari. Rekor nilai tukar Bitcoin tertinggi di Indonesia adalah US$ 1.200 atau Rp 13,7 juta per btc.

Terakhir, Bitcoin Indonesia, penyedia Bitcoin, berupaya memperluas pemasaran dengan menggandeng toko retail. Menurut Kepala Eksekutif Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, peminat Bitcoin bisa membeli melalui situs pembayaran iPaymu.com yang bekerja sama dengan jaringan retail Indomaret.


SUMBER

Bitcoin Incar Masyarakat Indonesia yang Belum Terlayani Perbankan

ResizedImage600336-Screen-shot-2013-11-12-at-12.51.31-PM

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) telah secara resmi mengungkapkan bahwa Bitcoin bukan mata uang. Namun, Chief Executive Officer (CEO) Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap ingin membantu masyarakat Indonesia dengan Bitcoin.

Dalam pemaparannya di acara IDC Financial Insights di Jakarta, Selasa (9/9/2014), Oscar mengungkapkan bahwa masih ada 80 persen orang dewasa di Indonesia yang unbankable atau belum menggunakan layanan finansial karena berbagai alasan.

“Sekitar 80 persen orang dewasa di Indonea unbanked. Kami ingin membantu orang-orang yg unbanked,” ujar Oscar.

Menurut Oscar, Bitcoin memberikan kemudahan berupa pembayaran mikro yang lebih mudah untuk mengekspor barang. Bitcoin juga memudahkan penggunanya mengirim dan menerima uang dari negara asing. Terakhir, Bitcoin memudahkan masyarakat membeli piranti lunak asli lebih mudah. Pasalnya, membeli produk digital sulit bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu kredit.

Seusai acara, Oscar kembali menjelaskan niatnya tersebut. Menurut Oscar, Bitcoin memang bukan produk investasi, bukan pula alat tukar. Bitcoin adalah teknologi yang bisa dimanfaatkan perusahaan finance untuk membantu perusahaan finance.

“Tapi Bitcoin, misalnya, orang-orang unbankable ini punya akun Bitcoin, dia bisa mendapatkan pembayaran dari Bitcoin. Bitcoin itu adalah media alat tukar. Setelah dia dapatkan, dia tukar ke rupiah. Orang Jepara yang menjual (produk) dengan Bitcoin, setelah dia dapatkan, dia tukar ke rupiah. Dan harga Bitcoin ditentukan dengan harga rupiah saat itu. Jadi, lebih tepat transaksinya dengan rupiah. Hanya mediumnya saja,” terang Oscar.


SUMBER